Latest Updates
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

MENOLAK JABATAN DARI SANG PENGUASA

    Suatu hari khalifah Harun ingin buktikan apakah Nasrudin si sang hakim kerajaan benar-benar sedang gila atau hanya pura-pura.

Harun mencurigai sikap itu hanyalah sebuah kepura-puraan untuk mengelabui sang raja.
Maksudnya bisa saja Nasrudin tidak ingin menggantikan kedudukan ayahnya.




Sejak ayahnya meninggal, Nasrudin selalu bersikap aneh.

Sebelumnya dia dikenal sebagai orang yg memiliki ilmu pengetahuan yg luas namun tiba-tiba sekarang diberitakan sudah menjadi gila.

Khalifah Harun memutuskan akan mengutus para pelayannya untuk menjemput Nasrudin dan membawanya keistana setelah 100 hari kematian ayahnya.

Ketika mereka hendak mendekati Nasrudin, dia malah melempar mereka.

Karena takut terkena lemparan mereka pun ke istana.
Dan mengatakan kejadian itu kepada raja.
Mereka berkata bahwa Nasrudin sudah benar-benar gila.

Mendengar keterangan itu raja menjadi marah atas ketidak becusan mereka membawa Nasrudin ke istana.
Lalu raja pun memerintahkan agar mendatangkan Nasrudin dg cara paksa.

Berita tentang penyergapan Nasrudin pun terdengar sampai ketelinga Nasrudin itu sendiri.

Akhirnya ia pun memutuskan untuk datang sendiri menghadap sang raja.
Namun ketika hendak memasuki istana ia menemukan kesulitan,
karena para penjaga istana tidak membiarkannya masuk begitu saja.

Nasrudin akan dibolehkan masuk apabila nasrudin mau berjanji
akan memberikan separuh hadiah yg akan diserahkan sang raja kepada Nasrudin.




Lalu Nasrudin pun sepakat, asal dibiarkan masuk.

Melihat kedatangan Nasrudin, sang rajapun menjadi senang sekali.
Kemudian mempersilahkannya duduk dan menyantap makanan yg telah disediakan.

Setelah bercakap-cakap cukup lama, Nasrudin meminta mengundurkan diri.
Sebelum hendak meninggalkan istana,
Nasrudin diminta agar mau menerima hadiah yg ditawarkan raja kepadanya,
sebagai bentuk rasa senang raja atas kunjungan Nasrudin.

Raja berkata, 
 “Nasrudin hadiah apa yg ingin engkau terima dariku 
   sebagai kenang-kenangan atas kunjunganmu ke istanakku? 
   Temasuk jabatan penting dalam kerajaan ini”

  “Aku ingin Baginda mencambuk saya 100 kali”, jawab Nasrudin.

Baginda pun jadi heran dan kaget dibuatnya,
tapi raja juga tidak mau membuat kecewa Nasrudin yg telah mau berkunjung keistananya.

Nasrudin membuka bajunya sebelum dicambuk dan badan kurusnya pun kelihatan.

Setelah cambukan yg ke-50, Nasrudin berkata,
   “Stop - stop, cukup! Saya telah mengambil hak saya. Sisanya adalah milik penjaga istana”.

Baginda pun terbelalak dan kaget.
Lalu semua penjaga istana dipanggil.




Dan ketika tiba didekat Nasrudin, baginda Raja bertanya kepada Nasrudin,
  “Ada apa Nasrudin tolong jelaskan kepada saya?”

 “Maaf baginda, ketika hendak menemui baginda 
   penjaga tadi tidak membiarkan saya masuk, kecuali saya mau berjanji 
   memberi separuh hadiah dari pemberian baginda”, balas Nasrudin.

Setelah Raja menanyakan juga kepada para penjaga istana,
Mereka pun mengiyakan apa yg dikatakan Nasrudin tersebut.

Lalu Baginda pun berkata,
  “Nasrudin telah menerima hadiah dari saya, 
    dan separuhnya akan menjadi bagian kalian juga”.

Kemudian pengawal Raja membuka baju penjaga
untuk menerima 50 cambuk yg tersisa.

Setelah dicambuk,
Raja memecatnya karena telah melakukan hal yg memalukan.



AKAL SEHAT DAN PENGUASA

Harun ArRasyid dari Dinasti Abbasiyah 
awalnya terkenal sebagai 
salah satu penguasa yg suka mabuk-mabukan, 

hingga pada suatu hari 
ia berjumpa dg Syekh Wahab bin Amr 
yg lebih dikenal dg sebutan Bahlul. 




Melihat kedatangan Bahlul,

kemudian Harun bertanya
   “Apa hukumnya minum khamar?” 

   “Jelas haram hukumnya”, jawab Bahlul sambil
memeriksa wajah Harun yg mabuk. 


     “Haram???
      Trus bagaimana hukumnya seseorang makan Anggur, 

      kemudian minum air?”, tanya Harun

    “Tidak apa-apa”
balas Bahlul dg mata menyelidik. 

      “Lalu kalo setelah itu makan sedikit ragi, 
        apakah juga haram?”, lanjut Harun

     “Tentu saja tidak”,
balas Bahlul dg terus membaca pikirannya. 


     Harun menggugat,
    “Lalu kenapa khamar (Miras) itu diharamkan?”



 “Oh, begitu”, sahut Bahlul

Kemudian Bahlul balik bertanya
   “Bagaimana kalo baginda sedang berjalan, 
     kemudian dilempar sedikit tanah yg dicampur air 
     oleh anak-anak, apakah baginda akan marah?”. 

    “Tidak”, jawab Harun. 


   “Sekarang kalo tanah itu diaduk dg air, 
     kemudian tanah itu dicetak menjadi sebentuk batu bata, 
     kemudian dibakar sampai keras. 
     Nah kalo anak itu kemudian melempar kepala baginda dg itu, 
     apakah baginda akan marah juga?”, jelas Bahlul. 


   “Ini menjadi masalah”, kata Harun. 




   “Nah begitu juga dg Anggur yg diperas, 
     diberi air, direbus, dan diberi ragi. 
     Juga amat membahayakan”, Bahlul menjelaskan

Harun benar-benar dapat menerima penjelasan Bahlul. 
Lalu segera menyadari keharaman khamar. 




NOTE!!! Tidak ada yg membuat jiwa lebih lembut, selain pemahaman terhadap kesalahan diri, dan tidak ada yg membuat jiwa lebih keras, selain keinginan kuat untuk dianggap benar.

TIDAK ADA MAKAN SIANG GRATIS

Suatu hari khalifah Al Mahdi dari dinasti Abbasiyah
mengundang seorang ulama ke istana,
agar sang ulama mau menjadi guru bagi putranya, 


namun sang ulama tidak tau niat khalifah tersebut. 




Ulama itu ahli dalam bidang hadis dan fiqh di zamannya
 beliau bernama Nakha’i. 

Hal biasa karena ulama suka memasang jarak dg penguasa, 
maka sang khalifah pun menggunakan kesempatan untuk 
mengajukan permohonan pada orang alim itu. 

   “Wahai orang alim, engkau harus memilih salah satu” 

 “Ada 3 pilihan,
   engkau aku angkat sebagai hakim, mengajar putra-putraku, 

   atau engkau menemaniku makan siang”, lanjut Khalifah. 

Nakha’i kebingungan mendengar tiga tawaran itu.
 (“Menerima jabatan Hakim, jabatan yg dibenci para ulama ataukah mengajar putra-putra Raja, yg pastinya menjengkelkan"), katanya dalam hati. 

 Akhirnya dia pun berpikir bahwa
menemani makan khalifah adalah pilihan yg tepat. 

Nakha’i pun memilih yg ketiga. 

Khalifah pun merasa senang dg jawaban Nakha’i. 


Lalu diapun memerintahkan pelayan istana untuk 
menyiapkan makan siang yg istimewa. 

Setelah makanan sudah tersaji, 
khalifah mempersilahkan Nakha’i menyantapnya. 

Akhirnya mereka pun makan dg santai.

Setelah makan Nakha’i terperanjat, dia baru sadar 
telah masuk jebakan yg dipasang khalifah. 
Mendengar bisikan pembantunya khalifah tertawa. 




Sementara itu, 
Nakha’i tiba-tiba merasakan kakinya tidak berpijak dibumi. 
Sekujur tubuhnya terasa dingin karena darah sepertinya tidak mengalir. 
Dia merasa lemas dan nyaris ambruk ketika menyadari 
telah masuk dalam peragkap khaifah. 

Sebagai hukuman, Nakha’i pun dg berat hati harus 
menerima tawaran khalifah untuk menjadi guru pengajar putra khalifah. 
Daripada harus merelakan nyawanya. 




NOTE!!: 
Mendapat keuntungan tanpa kerja keras hanyalah mimpi. Jadi,
Jika itu terjadi didunia nyata, kita harus berhati-hati.

Karena sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yg bisa diperoleh dg cuma-cuma. 

Sesuap makanan pun, ada harga yg harus dibayar.

BAWAHAN YANG SUKA CARI MUKA

Abi Himar 
adalah seorang hakim yg suka 
dan ingin segala pekerjaannya dilihat oleh Gubernur. 

Ia bermental hanya mencari muka 
dan bermanis depan atasannya. 




Hari Jumat saat itu, 
ia hendak pergi ke mesjid gubernur, 
seperti biasa untuk menunaikan shalat jumat. 

Akan tetapi ditengah jalan ia berpapasan dg seseorang 
dan orang itu menegurnya. 
   “Pak Hakim hendak pergi kemana”, tanya orang itu

   “Bukankah ini hari jumat?”, sang hakim balik bertanya. 

  “Bukannya pada hari jumat, gubernur juga libur shalat jumat?”,
tanya orang tadi. 

Tidak berpikir panjang sang hakim langsung percaya 
apa yg dikatakan orang itu. 

Kemudian sang hakim pun membatalkan niatnya untuk 
menghadiri shalat jumat di tempat gubernur. 




Esok harinya, 
seperti biasanya sang hakim menemui gubernur. 

Tiba-tiba Gubernur bertanya pada sang hakim. 
 “Ada masalah apa engkau tidak menghadiri 
shalat jumat berjamaah kemarin?” 


 “Dijalan ketika hendak shalat jumat, ada seseorang menemui saya dan berkata dihari jumat Baginda libur shalat jumat”, balas sang Hakim polos

Para gubernur dan orang-orang yg mendengar 
langsung terpingkal-pingkal. 
Masa ada shalat diliburkan??. 




NOTE!! :
Suka mencari muka didepan seorang pimpinan
adalah model kinerja orang-orang yg tidak memiliki prestasi. 

Kayalah Karena Kreativitas Tinggi, Bukan Karena Warisan